PELATIHAN WIRAUSAHA BUDIDAYA BELUT ANGKATAN XXXVII

15 November 2011 Komentar dimatikan

PKBM Baitul Ilmi kembali membuka kesempatan kepada seluruh masyaraka di indonesia untuk meraih peluang usaha yang sangat prospektif dan menguntungkan ini dengan mengikuti Pelatihan Wirausaha Budidaya Belut Angkatan XXXVII pada:
Hari : Sabtu-Minggu
Tanggal : 31 Maret – 1 April 2012
Pukul : 08.00-17.00 bbwi
Tempat : PKBM BAITUL ILMI Desa Cipambuan RT 03/03 No. 45 Babakan Madang Bogor 16810 (depan masjid Qadafi Sentul Selatan) HP 08111104571
Materi : Dasar-dasar kewirausahaan; Teknik Budidaya Belut (Teknik penyiapan wadah/kolam dan media budidaya; Teknik Pembibitan, teknik pembesaran konvensional dan di media air bening tanpa lumpur); Pencegahan dan penanganan Hama dan Penyakit; Teknik Pemanen dan PengelolaanPascapanen
Kontribusi: Rp600.000,-/peserta (include: Training Kit, Sertifikat, Kartu WB, Konsumsi selama pelatihan)
Instruktur/Tutor/narasumber: M. Fajar Junariyata, (Praktisi, pelopor budidaya belut di air bening tanpa lumpur, pengarang buku:”PANEN BELUT 3 BULAN DI MEDIA AIR BENING TANPA LUMPUR” dan “USAHA PEMBBITAN BELUT DI LAHAN SEMPIT”

Iklan

Pelatihan Wirausaha Budidaya Belut Angkatan XXXIII

15 November 2011 Komentar dimatikan

Selain lezat dikonsumsi, BELUT (monopterus albus), ternyata dapat dipakai sebagai bahan untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit seperti anemia gizi, anemia darah, mencegah rabun hingga kanker, bahan kosmetik, sumber energi dan vitalitas, sehingga permintaan belut dunia makin meningkat. Dengan biaya pemeliharaan yang relatif rendah dan harga jual yang relatif tinggi, menjadikan belut sebagai komoditi yang sangat prospektif untuk dikembangkan, apalagi belut saat ini menjadi satu-satunya ikan air tawar yang bernilai ekspor.
Namun sayangnya, hingga saat ini belum banyak yang menguasai teknik budidaya belut. Banyak yang sudah coba-coba berbudidaya namun lebih dari 80% mengalami kegagalan. Hal tersebut menyebabkan banyak pihak termasuk instansi pemerintah bidang perikanan enggan melirik bidang ini. Padahal jika belut dapat dibudidayakan oleh masyarakat kita setidaknya ada beberapa hal yang dapa diambil manfaatnya antara lain:
1. Meningkatkan gizi masyarakat
2. Mengurangi pengangguran
3. Mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan
4. Meningkatkan nilai ekspor, yang pada akhirnya menambah devisa negara.

Di luar instansi pemerintah yang masih sangat kurang perhatiannya, ada beberapa lembaga maupun perorangan yang percaya diri menyelenggarakan pelatihan budidaya belut, namun jika diamati, hampir semuanya tidak melaksanakan pelatihan sebagaimana mestinya, namun haya bersifat seminar atau sharing pendapat dan jalan-jalan melihat tambak yang tidak kelihatan belutnya. Apakah sebuah “pelatihan” bisa diselengarakan hanya setengah hari?

Mengamati hal tersebut, PKBM BAITUL ILMI yang telah berpengalaman lebih 3 tahun dalam berbudidaya belut dan dalam pelatihan wirausaha budidaya belut, memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia, terutama yang masih menganggur, mau memasuki pensiun, ingin menambah penghasilan atau ingin meniti karir sebagai warausaha sukses untuk mengikuti PELATIHAN WIRAUSAHA BUDIDAYA BELUT ANGKATAN XXXIII, pada:

Hari : Sabtu-Minggu
Tanggal : 26-27 November 2011
Tempat : PKBM BAITUL ILMI
Desa Cipambuan RT 03/03 no. 45 Babakan Madang Bogor
(depan masjid Qadafi Sentul selatan)
Pukul : 08.00-17.00 bbwi
Materi : Dasar2 Kewirausahaan: Peluang dan Prospek Bisnis Budidaya Belut,
Teknik Budidaya Belut: Penyiapan Wadah/kolam; Penyiapan Media budidaya;
Teknik Pemijahan/Pembibitan; Teknik Pembesaran (Konvensional dengan
lumpur dan Dengan Media Air Bening Tanpa Lumpur)
Tutor : M. Fajar Junariyata, Praktisi, Pengarang Buku: “PANEN BELUT 3 BULAN DI
MEDIA AIR BENING TANPA LUMPUR” dan “USAHA PEMBIBITAN BELUT DI LAHAN
SEMPIT”
Biaya : Rp500.000,-/orang (include: training kit, Sertifikat, Kartu Anggota,
Konsumsi selama pelatihan)

Informasi dan Pendaftaran: 08111104571; 085213241866

Kategori:Tak Berkategori

BUDIDAYA BELUT DI AIR BENING TANPA LUMPUR

15 November 2011 Komentar dimatikan

Umumnya, budidaya belut ya di lumpur… hal tersebut sesuai dengan habitat asli belut di alam. Mengapa belut “hanya” dapat hidup di lumpur? Karena belut adalah jenis ikan yang sangat rawan jika harus hidup di air, tidak di dalam lumpur. Belut merupakan satu-satunya ikan yag tidak mempunyai sisik dan sirip sekaligus. Seperti diketahui, sisik pada ikan berguna sebagai alat perlindungan diri dari penyakit dan alat deteksi. Tanpa sisik, ikan akan dengan mudah terserang penyakit seperti virus, bakteri, protozoa dan jamur. Selain itu, tanpa sisik, ikan akan mengalami kesulitan dalam mendeteksi suhu dan pH air. Sirip digunakan oleh ikan untuk berenang, sehingga dengan sirip tersebut ikan dapat berenang dengan cepat untuk mengejar makanan atau mmenghindari serangan musuh. Tanpa sirip, ikan akan kesulitan dalam berenang dan menguras tenaga yang lebih banyak.
Di luar kedua kelemahan belut tersebut, ternyata belut masih mempunyai kelemahan-kelemahan lain, yaitu: belut tidak mempunyai gigi atau taring yang dapat dipakai untuk menyerang atau menggigit, sehingga belut tidak dapat mengoyak atau memotong makanan. Makanan yang dapat dimakan oleh belut adalah makanan yang dapat ditelan langsung oleh belut, seperti ular. Kulit belut juga sangat tipis, sehingga sangat mudah terluka oleh benda-benda tajam dan kasar. Jika terluka, kulit belut dengan mudah akan terkena infeksi. Makanya belut “hanya” mau hidup di lumpur yang lembut.
Dengan kelemahan-kelemahan tersebut maka belut sangat rawan dari serangan penyakit dan musuh-musuhnya. Apalag belut sangat pasif, tidak suka bergerak, sehingga semakin memudahkan bagi para musuh-musuhnya untuk menangkap, menyerang dan memangsanya. Maka satu-satunya alat pertahanan diri belut hanyalah berlindung di dalam lumpur. Belut hanya berani keluar pada malam hari yang gelap gulita tanpa sinar rembulan untuk menghindari musuh-musuhnya. Makanya kalau mau ngobor jangan di siang hari atau di malam bulan purnama…. pasti nggak akan dapat belut, kecuali belut yang sakit…
Nah…. jika belut ternyata “hanya” dapat hidup di lumpur, lalu bagaimana caranya kok bisa dibudidayakan di air bening tanpa lumpur???? Begini logikanya…. Seperti yang telah kita paparkan di atas, belut hidup di lumpur itu hanya untuk berlindung dari musuh-musuhnya. Jika belut tidak berlindung di lumpur, maka belut akan merasa sangat terancam hidupnya, sehingga belut akan merasa tidak nyaman dan stress yang pada akhirya akan mengalami kematian. Namun jika kita bisa memberikan rasa nyaman bagi belut walaupun tidak di lumpur…. maka dijamin belut tidak akan stress, dan jadilah belut dapat dibudidayakan di air bening tanpa lumpur.
Bagaimana cara memberikan perlindungan pada belut di air bening tanpa lumpur??? kita dapat menggunakan berbagai “media” antara lain: paralon, pipa, selang, atau gedebog pisang sebagai alat perlindungan bagi belut. Mudah bukan????
Untuk lebih jelasnya bagaimana cara budidaya belut di air bening tanpa lumpur, anda dapat berkonsultasi langsung dengan pakar budidaya belut yang telah memelopori budidaya belut di air bening tanpa lumpur, yaitu Bapak M. Fajar Junariyata, atau silakan menghubungi PKBM BAITUL ILMI Desa Cipambuan RT 03/03 No 45 babakan Madang Hp 0811110451. Anda juga dapat membeli bukunya yang sudah banyak beredar di toko-toko buku yang berjudul “PANEN BELUT 3 BULAN DI AIR BENING TANPA LUMPUR”, terbitan dari Penebar Swadaya (Group Trubus). Cukup murah kok, cuma Rp23.000,- per eksemplar.
Selamat mencoba dan insya Allah …. SUKSES!!!!

Kategori:Tak Berkategori

PELUANG DAN PROSPEK BISNIS BUDIDAYA BELUT

2 Maret 2011 Komentar dimatikan

Permintaan belut dunia terus meroket. Sudah sebulan ini pengusaha belut dari Taiwan mondar-mandir ke markas PKBM Baitul Ilmi dalam rangka penjajagan kerja sama perdagangan export-import komoditi belut. Pada awalnya mereka meminta agar kami dapat mengirimkan 500 kg belut ukuran rata-rata 50 gram ke Taiwan per hari. Namun karena masih terbatasnya produksi, kami tidak menyanggupi kontrak yng disodorkan, Mereka kemudian menurunkan ke level 300 kg per hari. Itupu kami belum bisa menyanggupinya dan akhirnya diturunkan ke level 300 kg per 3 hari sekali. Kami baru bisa menjawab akan kami usahakan.

Pengusaha negeri jiran Malaysia pu sudah sejak 2009 sudah mendatangi dan menghubung kami agar dapat dikirim 2,5 to bibit belut. Namun permintaan tersebut belm bisa kami penuhi hingga saat ini.

Alih-alih dapat memenuhi permintaan luar negeri. Permintaan dalam negeri pu begitu derasnya, Juli 2010 ketika kami mengikuti pameran pembangunan hari jadi kab. Bogor, ada lima pengusaha dari Jakarta yang meminta kami memasok masing-masing 100 kg belut per hari. Kami hanya bisa tersenyum membayangkan keuntungan dan kesuksesan yang begitu besar jika kami sanggup memenuhi semua pesanan baik dari dalam maupun lar negeri tersebut. Namun, kami sangat menyadari kemampuan kami dalam produksi belut. Keterbatan lahan dan modal usaha, sangat membatasi gerak langkah kami dalam usaha budidaya belut. Tanpa menggandeng mitra yang seluas-luasnya, tak mungkin peluang usaha tersebut kami raih. Untuk itu kami engajak kepada segenap masyarakat Indonesia untuk bergandengan tangan meraih masa depan yang lebih sejahtera dengan berbudidaya belut.Banyak sebenarnya yang ingin bergabung, namun sebagian besar belum tahu bagaimana cara budidaya belut yang benar Rata-rata mereka hanya mengandalkan kata orang, sehingga banyak yang mengalami kegagalan.

Mengingat hal tersebut maka kami meoba memberi kesempatan kepada putra-putri Indonesia yang saat ini msih menganggur atau yang ingin mengubah hidupnya ke arah yang lebih baik, untuk mengikuti PELTIHAN WIRAUSAHA BUDIDAYA BELUT yang innsya Allah kami selenggarakan setiap hari SABTU-MINGGU terakhir setiap bulannya, di PKBM BAITL ILMI Desa Cipambuan RT 03/03 no.45 Kec. Babakan Madang Bogor (Depan Masjid Qadafi Islami Center Sentul Selatan) dengan kontribusi per peserta sebesar Rp500.000,-¬† Bagi yang berminat dapat menghubungi 08111104571 atau 085213241866. DITUNGGU……

PELATIHAN WIRAUSAHA BUDIDAYA BELUT KELAS KHUSUS

25 Februari 2011 Komentar dimatikan

Biasanya PKBM Baitul Ilmi hanya sekali sebulan menyelenggarakan pelatihan wirausaha budidaya belut Namn pada bulan Februari 2011 ini sampai 3 kali. Kali pertama pelatihan wirausaha budidya belut diikuti oleh 55 ibu-ibu Desa Tonjong Kec. Tajurhalang Bogor, kali kedua seperti biasa diselenggarakan setiap Sabtu-Minggu terakhir setiap bulan yang merupakan program rutin dan yang ketiga insy Allah akan diselenggarakan pada hari Senin-Sabtu tanggal 28 Februari – 5 Maret 2011. Program khusus tersebut diselenggarakan karena permintaan dari negeri Jiran Malaysia. Rencananya, pelatihan tersebut akan diikuti oleh 10 peserta, 5 diantranya dari Malaysia, 3 dari Sukabumi,dan 2 dari banyuwangi.
Pelatihan akan ditangani langsung oeh Bp. M. Fajar Junariyata, praktisi, pengamat, penulis buku dan pelopor budidaya belut di air bening tanpa lumpur.

Kategori:Tak Berkategori

IBU-IBU DESA TONJONG BELAJAR BUDIDAYA BELUT DAN MENERBITKAN KORAN IBU

25 Februari 2011 Komentar dimatikan

Budidaya belut (monopterus albus) ternyata tidak hanya diminati oleh kaum lelaki tetapi juga oleh kaum hawa. Hal tersebut dibuktikan oleh ibu-ibu desa Tonjong kecamatan Tajurhalang Bogor, yang dengan tekun dan gigih belajar berbudidaya belut. Lebih dari 50 orang ibu rumah tangga tersebut mengikuti Program Perlindungan Kaum Marginal yang diselenggarakan oleh PKBM BAITUL ILMI bekerja sama dengan Dirjen Pendidikan Masyarakat Kementrian Pendidikan Nasional. Keseriusan bu-ibu peserta pelatihan dapat terlihat dari tingkat kehadiran mereka selama mengikuti pelatihan dan tidak segan-segannya mereka memegang, meremas, mengaduk berbagai bahan pembuat media pemeliharaan belut seperti lumpur, dan kotoran sapi.
Belut yang selai lezat dikonsumsi dan bermanfaat seagai bahan pencegah dan obt berbagai penyait serta bahan kosmetik tersebut saat ini memang sedang naik dau, pasalnya jika diseriusi dapat memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga bahkan bisa dikembangkan sebagai bisnis yang sangat menguntungkan dan prospektif. Apalagi dengan dikembangkannya tekni budidaya di air bening tanpa lumpur yang dapat medongkrak hasil hinggasa 50 kali lebih banyak hanya di lahan seluas 1 m2, tentu sangat menarik.
Selain belajar budidaya belut, ibu-bu desa tonjong belajar juga belajar menuis dan menerbitkan koran yang diberi nama SWARA BUNDA. Pada terbitan pertama, topik yag diangkat berkisar tentang situ Tonjong yang terancam kelestariannya. Menggunakan dana bantuan dari Dirjen PNFI Kementrian Pendidikan Nasional, Koran yang berbentuk tabloid tersebut rencananya aka diterbitkan 2 mingguan.

Pelatihan Bddy Belut

Kategori:Tak Berkategori

PELATIHAN WIRAUSAHA BUDIDAYA BELUT ANGKATAN XXVI

10 Desember 2010 Komentar dimatikan

PKBM BAITUL ILMI kembali akan mengadakan pelatihan Wirausaha Budidaya Belut Angkatan XXVI pada hari Sabtu-Minggu tanggal 25 Juni 2011 pukul 08-17.00 WIB selama dua hari penuh. Kegiatan yang sangat dinanti-nanti oleh para calon belutters nusantara tersebut rencananya akan diikuti 16 orang peserta dari seluruh Indonesia. Dengan membayar kontribusi Rp500.000,  peserta akan mendapatkan  materi pelatihan yang menyeluruh dan tuntas, sehingga selesai pelatihan peserta bisa langsung mengaplikasikannya. Adapun materi pelatihan antara lain:
1. Dasar-dasar Kewirausahaan. Setelah mengikuti pelajaran ini peserta diharapkan mampu memahami dasar-dasar kewirausahaan yang meliputi bagaimana cara: memilih alternatif usaha, memulai usaha, dan menjalankan usaha. Peluang dan prospek bisnis budidaya belut, analisis usaha dan langkah-langkah dalam memulai, menjalankan dan menjaga agar usaha tetap sukses merupakan point-point penting yang akan didapatkan oleh peserta pelatihan. Selain itu peserta juga akan mendapatkan materi trik-trik dalam pemasaran yang merupakan ujung tombak dari usaha.
2. Teknik Budidaya belut. Peserta akan mendapatkan materi langsung dari pakarnya yang meliputi: pengenalan tentang belut, teknik persiapan wadah/kolam, teknik persiapan media, teknik pembibitan, teknik pembesaran baik di media lumpur maupun media air bening tanpa lumpur.
3. Pencegahan dan Penanganan Penyakit Belut. Peserta akan mendapatkan bimbingan dan materi mengenai berbagai macam jenishama dan penyakit yang biasa menyerang belut, pencegahan dan pengobatannya.
4. Panen dan Penanganan Pascapanen. Peserta pelatihan akan mendapatkan bimbingan dan pelatihan tentang bagaimana dan kapan waktu panen yang paling baik, serta penangannya pasca panen sehingga hasil panen berkualitas, dan dapat meningkatkan nilai tambah hasil panen.

 

Materi pelatihantersebut meliputi teori dan praktik dan disampaikan sendiri oleh: ri M. FAJAR JUNARIYATA, pakar belut nasional, pelopor budidaya belut di air bening tanpa lumpur, yang juga penulis buku “PANEN BELUT 3 BULAN DI MEDIA AIR BENING TANPA LUMPUR” dan “USAHA PEMBIBITAN BELUT DI LAHAN SEMPIT”

Calon peserta yang berminat dapat menghubungi Sekretariat PKBM Baitul Ilmi Desa Cipambuan RT 03/03 No. 45 Kec. Babakan Madang Kab. Bogor (Depan Masjid QADAFI Sentul selatan) HP 08111104571