Beranda > Tak Berkategori > DORONG PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DI DESA

DORONG PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DI DESA

25 November 2010

Akhir-akhir ini pemberitaan media massa tersita oleh beberapa kejadian yang menyayat hati, salah satunya adalah tentang penyiksaan dan pembunuhan tenaga kerja kita (TKI/TKW) di luar negeri. Sungguh hati kita miris mendengar dan melihat kondisi yang dialami oleh saudara-saudara kita yang digelari pahlawan devisa tersebut. Namun sesungguhnya kita tidak cukup hanya berempati pada korban dan mengutuk pelaku penganiayaan dan pembunuhan tersebut atau berdemo mengecam negara yang bersangkutan, tetapi hendaklah kita juga berintrospeksi. Mengapa kejadian tersebut terjadi dan berulang-ulang kali terjadi? Mungkin kita sebagai bangsa tidak dianggap oleh bangsa lain, sehingga kita cenderung diremehkan. Peran pemerintah kita dalam perlindungan dan pembelaan terhadap warga negaranya juga terlihat sangat lemah, setidaknya jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang juga mengekspor tenaga kerja rendahan seperti Philipina. Lebih jauh lagi, mari kita berintrospeksi, mengapa kita harus mengekspor tenaga kerja rendahan, sehingga tenaga kerja kita menjadi bulan-bulanan di negeri orang? Kita adalah bangsa yang besar dengan sumber daya alam yang berlimpah, seharusnya kita tidak perlu mengekspor tanaga kerja rendahan ke luar negeri. Kita boleh mengekspor tenaga kerja, tetapi tenaga kerja yang terampil dan ahli, sehingga akan dihargai. Hal tersebut sangat berkaitan dengan ketersediaan lapangan kerja di dalam negeri. Jika pemerintah mampu menciptakan lapangan kerja di dalam negeri, tentulah mereka tidak harus menderita bekerja di luar negeri. Untuk itu satu-satunya cara adalah dengan menciptakan lapangan kerja di setiap desa sehingga mereka tidak harus mencari kerja di luar negeri bahkan tidak harus mencari kerja ke kota-kota. Hal tersebut bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah kemauan pemerintah. Pemerintah harus mampu menyediakan anggaran penciptaan lapangan kerja di setiap desa dengan memberdayakan potensi setiap desa. Banyak potensi yang bisa dikembangkan di setiap desa yang dapat menyerap tenaga kerja. Selain itu program pemberdayaan masyarakat harusnya diarahkan pada peningkatan jiwa kewirausahaan. bukan malah mendorong masyarakat menjadi pengemis dan koruptor seperti program BLT dan PNPM mandiri.

Iklan
Kategori:Tak Berkategori
%d blogger menyukai ini: